Ini Saya

Risna Chan, panggil saja saya seperti itu. Saya menggambarkan diri saya seperti seorang anak kecil yang kosong yang hanya bisa berjalan pelan, tapi saya yakin perjalanan saya meskipun pelan tidak akan sia-sia. . Hal ini yang membuka pikiran saya bahwa memang benar Tuhan menciptkan kita dalam bentuk apapun pasti memiliki fungsi sendiri. Tapi inilah perbedaan...
Ada kalanya ketika orang bilang kita harus menjadi sama dengan standar sosial yang terbentuk sejak sekian lama. Terkadang kita dituntut untuk menjadi seragam sesuai dengan ekspektasi publik, istilahnya sih: mainstream. Hihihi.. Tapi, aku nggak setuju aku justru berpikir sebaliknya, lho :) Menurut aku menjadi berbeda itu merupakan suatu berkah. Seperti yang sudah masuk dalam Al-quran bahwa kita memang diciptakan berbeda-beda untuk melengkapi dan menolong sesama.
Menjadi berbeda itu ngga hanya mengenai bagaimana kita bersikap atau berpakaian, tapi juga tentang pilihan-pilihan yang seringkali muncul di kehidupan kita, tentang karakter, hobi dan interests kita; so basically it could be anything! Buat aku, lagi-lagi, menjadi berbeda itu suatu bentuk kebahagiaan. Kenapa? Karena kita mengizinkan diri kita untuk jujur, bangga atas diri kita sendiri, dan bersyukur atas segala suatu hal yang telah Allah SWT karuniai dalam diri kita. Are you with me? :)
Kepribadian layaknya sebuah warna. Warnaku dan warnamu pun engga akan pernah sama karena masing-masing diciptakan unik dan spesial! :) Let’s learn how to tolerate each other. Yuk kita sama-sama meng-improve diri kita untuk menerima warna-warna lain untuk tercipta sebuah pelangi yang indah: ikatan persaudaraan yang erat antar Muslim :) 
... saya senang menjadi diri saya sendiri.

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer