Tentang kamu yang tertidur lelap di surga
Senja kita telah berbeda ..Mungkin semua sistem indera ku tak mampu lagi bekerja sempurna
Yah...
Hanya karena aku tak dapat memegangmu dengan inderaku
Tak dapat lagi aku hirup aroma khas kehadiranmu
Mataku yang telanjang pun tak mampu menemukanmu
Telingaku menjadi tuli akan suaramu
Tapi Langit yang aku temui masih tetap sama
Hanya papan namamu yang bisa menjelaskan semua
Jasadmu sudah tertidur lelap
kamu sudah tak butuh lagi baju-bajumu
kamu sudah tak butuh lagi semua koleksi sepatumu..
yang aku lihat terakhir, kamu hanya butuh sehelai kain putih polos
putih...
seperti warna favoritmu..
ketika waktu itu datang, aku masih terlalu kecil untuk tau kemana kamu akan dibawa
waktu itu aku masih terlalu bingung
kenapa kamu tertidur dan dimandikan ..
pikirku hanya satu, mungkin semua orang kesal karena kamu susah dibangunkan
yah, seperti yang pernah ku alami. Kakakku selalu mandiin aku pas aku tidur dan gak mau dibangunin
aku gak heran kenapa kamu dikasih baju putih saat kamu usai dimandikan
aku tau, putih memang warnamu
yang aku gak tau, kenapa kamu dibungkus seperti Candy hanya wajahmu yang masih terlihat
Aku semakin bingung ketika yang aku lihat wajahmu terlihat lebih putih
hidungmu ditutup kapas kecil telingamu pun juga
Aku nangis aku marah sama semua orang disana
Aku gak suka mereka perlakuin kamu kayak gitu...
Kemudian aku lupa entah apa yang selanjutnya terjadi sama kamu
sejak hari itu aku tidak lagi melihatmu datang kerumahku
tidak lagi mendengar suaramu memanggil namaku
tidak lagi merasakan kejailanmu dikelas
semua sepi..
kamu tidak lagi ada...
tapi aku salah,
kamu masih tetap ada, hanya saja rumahmu pindah
tempat bermainmu pun juga berbeda
dan sejak saat itu aku mulai terus menunggu mu bangun dirumahmu
hampir setiap hari aku selalu membawakan mainan kita
tapi mama bilang, kamu hanya butuh doa
sekarang aku mulai tau :)
kamu meninggal,kamu tertidur lelap disurga
tempatmu disurga
Harusnya usiamu hari ini genap 22 Tahun :)
ada perayaan yang aku kasih buat kamu setiap hari ini...
semoga kamu bisa melihatnya yah
Happy Birthday Rio Putra Darmawan
Yah...
Hanya karena aku tak dapat memegangmu dengan inderaku
Tak dapat lagi aku hirup aroma khas kehadiranmu
Mataku yang telanjang pun tak mampu menemukanmu
Telingaku menjadi tuli akan suaramu
Tapi Langit yang aku temui masih tetap sama
Hanya papan namamu yang bisa menjelaskan semua
Jasadmu sudah tertidur lelapkamu sudah tak butuh lagi baju-bajumu
kamu sudah tak butuh lagi semua koleksi sepatumu..
yang aku lihat terakhir, kamu hanya butuh sehelai kain putih polos
putih...
seperti warna favoritmu..
ketika waktu itu datang, aku masih terlalu kecil untuk tau kemana kamu akan dibawa
waktu itu aku masih terlalu bingung
kenapa kamu tertidur dan dimandikan ..
pikirku hanya satu, mungkin semua orang kesal karena kamu susah dibangunkan
yah, seperti yang pernah ku alami. Kakakku selalu mandiin aku pas aku tidur dan gak mau dibangunin
aku gak heran kenapa kamu dikasih baju putih saat kamu usai dimandikan
aku tau, putih memang warnamu
yang aku gak tau, kenapa kamu dibungkus seperti Candy hanya wajahmu yang masih terlihat
Aku semakin bingung ketika yang aku lihat wajahmu terlihat lebih putih
hidungmu ditutup kapas kecil telingamu pun juga
Aku nangis aku marah sama semua orang disana
Aku gak suka mereka perlakuin kamu kayak gitu...
Kemudian aku lupa entah apa yang selanjutnya terjadi sama kamu
sejak hari itu aku tidak lagi melihatmu datang kerumahku
tidak lagi mendengar suaramu memanggil namaku
tidak lagi merasakan kejailanmu dikelas
semua sepi..
kamu tidak lagi ada...
tapi aku salah,
kamu masih tetap ada, hanya saja rumahmu pindah
tempat bermainmu pun juga berbeda
dan sejak saat itu aku mulai terus menunggu mu bangun dirumahmu
hampir setiap hari aku selalu membawakan mainan kita
tapi mama bilang, kamu hanya butuh doa
sekarang aku mulai tau :)
kamu meninggal,kamu tertidur lelap disurga
tempatmu disurga
Harusnya usiamu hari ini genap 22 Tahun :)
ada perayaan yang aku kasih buat kamu setiap hari ini...
semoga kamu bisa melihatnya yah
Happy Birthday Rio Putra Darmawan






Komentar
Posting Komentar