Hari Ayah (Tulisan ini untuk laki-laki yang membuat aku menjadi kuat)
Hai laki-lakiku ...
Terdengar nyeleneh kata sapaanku ini untukmu, tapi biarlah aku ingin memanggilmu seperti ini sekarang. Meskipun aku tidak akan benar-benar berani memanggilmu seperti ini ketika berhadapan.
Usia mu sudah mulai senja sudah hampir setengah abad kamu menemaniku.
Aku merasa kamu sudah tidak se asik dulu lagi,
Aku merasa kamu sudah terlalu banyak menuntutku,
Aku merasa kamu sudah terlalu cerewet untukku,
Kita sering berbeda pendapat
Dulu,
Kamu mengajarkanku berbagai cara bertahan di kehidupan
Kamu mentita aku ketika aku mulai belajar berjalan, kamu sengaja mengangkat tanganku lalu berjalanan bungkuk untuk meraih tangan kecilku dan mengajariku melangkah...
Sampai aku mampu berjalan sendiri, ketika aku sudah mulai belajar berlari
kamu sengaja memberikanku makanan kesukaanku
Cokelat :)
sengaja kamu pamerkan cokelat di depanku meski ibu selalu memarahimu ketika memberiku cokelat
aku berlari menuju arahmu seketika saat aku melihat cokelat itu, Tapi kamu malah berlari-lari kecil menjauh dari aku.
Aku mulai merasa asik ketika mengejarmu tanpa aku sadar kamu sedang mengajarkan aku berlari mengejar tujuanku
Ketika aku tiba-tiba tersandung kakiku sendiri dan terjatuh aku menagis dan berteriak histeris tanda kesal
Kamu langsung berlari ke arah ku dan menggendongku, kamu alihkan rasa sakitku sambil kamu bilang "Lihat dek itu ada katak lompat...." seketika aku reflek mencari dimana katak itu dan aku tersadar ayah menipuku agar aku terdiam dari tangis. Lagi-lagi ayah memberiku pelajaran bahwa aku tidak boleh fokus terhadap rasa sakit ku ketika aku terjatuh
Ketika ibu melarangku memakan cokelat, permen, dan melarangku bermain permainan kotor justru kamu bersikukuh membelaku. Kamu memperbolehkan aku mencoba apapun yang mau aku coba dan kamu selalu memantauku.
Kamu mengajarkanku menemukan duniaku sendiri, kamu mengajarkanku untuk menjadi tangguh.
Ketika aku sudah mulai suka makan permen aku selalu merengek untuk minta permen setiap kamu pulang kerja. Hampir setiap hari kamu menurutiku untuk memakan permen, hingga suatu ketika aku menangis sejadi-jadinya karena aku merasakan gigiku sakit. Kamu hanya bilang sama aku "Itu akibatnya kalau adek suka makan permen. Ini ayah punya permen lagi, adek mau makan ini ?" Aku menggelengkan kepala dengan cepat tanda tidak setuju.
Saat itu aku sudah tidak suka lagi makan permen karena aku tau permen membuatku sakit gigi.
Aku suka menghabiskan waktuku bersamamu dulu, aku suka ketika kamu mengajarkanku naik sepeda aku suka ketika kamu memberitahu aku cara bagaimana memperbaiki sepedaku sendiri Aku suka itu.
Aku sudah mulai masuk SMP, kamu sudah mulai mengekang aku aku sudah mulai merasa kamu berubah tidak asik lagi.
Duniaku kamu larang, kamu tidak lagi mengijinkan aku untuk menjadi bebas seperti dulu lagi.
Kamu melarangku keluar bersama teman-teman setelah pulang sekolah, kamu melarangku membawa sepeda sendiri,kamu melarangku berteman terlalu dekat dengan banyak laki-laki, kamu melarangku ini itu...
Ketika aku SMA, kamu semakin membuatku marah... Kamu melarang aku semakin banyak banyak dan banyak lagi...
Ketika aku sudah lulus SMA kamu mulai memberikan aku kebebasan untuk memilih..
kamu biarkan aku memilih apa jalanku, hobbyku, dan apapun demi masa depanku..
meski tidak kamu ungkapkan, aku tau kamu mencoba untuk memberiku keprcayaan penuh atas jalanku..
meski tidak pernah kamu utarakan,
aku tau kamu melarangku ini itu kamu menjagku dan kamu mulai cerwet denganku itu karna kamu terlalu sayang denganku.
Kamu tidak ingin aku terluka sama sekali, kamu tidak ingin aku hancur, kamu masih tetap sayang sama aku seperti masa kecilku...
AKU TAU ITU :)
hanya saja kamu tidak ingin mengatakannya,
aku tau kamu mulai takut kehilangan aku
kamu mulai takut kehilangan kebersamaan kita
tapi kamu mulai takut salah ketika melarangku, kamu takut aku merasa gagal ketika kamu membatasi duniaku..
aku tau, kamu sekarang ada di ke bimbangan
kamu takut aku melupakanmu karena kesibukanku mengejar masa depanku, kamu takut aku terlalu asyik dengan kehidupanku dengan teman-temanku dengan pacarku kamu takut perhatianku teralih, kamu takut aku tidak lagi bisa bermain lagi denganmu karena aku terlalu asyik bermain dengan masa mudaku
tapi jika kamu melarangku
kamu takut aku menjadi tidak berkembang...
ayah....
aku memang belum menjadi orang tua, dan mungkin aku juga tidak akan pernah tau rasanya menjadi seorang ayah..
tapi aku paham akan ketakutan-ketakutanmu
aku paham keraguanmu
meski kita tidak lagi bisa berbicara dari hati ke hati seperti ini aku tau perasaanmu itu
Terimakasih ayah untuk masa kecil yang kamu berikan kepadaku, terimakasih untuk pelajaran-pelajarn yang kamu tunjukkan, terimakasih untuk kesempatan-kesempatan yang kamu hidangkan, dan terimakasih untuk kepercayaanmu kepadaku untuk memilih hidupku.
Aku menyayangimu, sejak aku mulai mengenalmu.
aku mencintaimu, sejak kamu mengajarkan aku arti cinta..
jangan pernah ragu, aku memegang kepercayaanmu..
aku ingin membuatmu bangga terhadapku
aku ingin membuatmu tersenyum girang melihat aku sukses :)
tunggu aku ayah aku pasti akan buktikan itu :)
SELAMAT HARI AYAH NASIONAL 12 NOVEMBER 2015

Terdengar nyeleneh kata sapaanku ini untukmu, tapi biarlah aku ingin memanggilmu seperti ini sekarang. Meskipun aku tidak akan benar-benar berani memanggilmu seperti ini ketika berhadapan.
Usia mu sudah mulai senja sudah hampir setengah abad kamu menemaniku.
Aku merasa kamu sudah tidak se asik dulu lagi,
Aku merasa kamu sudah terlalu banyak menuntutku,
Aku merasa kamu sudah terlalu cerewet untukku,
Kita sering berbeda pendapat
Dulu,
Kamu mengajarkanku berbagai cara bertahan di kehidupan
Kamu mentita aku ketika aku mulai belajar berjalan, kamu sengaja mengangkat tanganku lalu berjalanan bungkuk untuk meraih tangan kecilku dan mengajariku melangkah...Sampai aku mampu berjalan sendiri, ketika aku sudah mulai belajar berlari
kamu sengaja memberikanku makanan kesukaanku
Cokelat :)
sengaja kamu pamerkan cokelat di depanku meski ibu selalu memarahimu ketika memberiku cokelat
aku berlari menuju arahmu seketika saat aku melihat cokelat itu, Tapi kamu malah berlari-lari kecil menjauh dari aku.
Aku mulai merasa asik ketika mengejarmu tanpa aku sadar kamu sedang mengajarkan aku berlari mengejar tujuanku

Ketika aku tiba-tiba tersandung kakiku sendiri dan terjatuh aku menagis dan berteriak histeris tanda kesal
Kamu langsung berlari ke arah ku dan menggendongku, kamu alihkan rasa sakitku sambil kamu bilang "Lihat dek itu ada katak lompat...." seketika aku reflek mencari dimana katak itu dan aku tersadar ayah menipuku agar aku terdiam dari tangis. Lagi-lagi ayah memberiku pelajaran bahwa aku tidak boleh fokus terhadap rasa sakit ku ketika aku terjatuh
Ketika ibu melarangku memakan cokelat, permen, dan melarangku bermain permainan kotor justru kamu bersikukuh membelaku. Kamu memperbolehkan aku mencoba apapun yang mau aku coba dan kamu selalu memantauku.
Kamu mengajarkanku menemukan duniaku sendiri, kamu mengajarkanku untuk menjadi tangguh.
Ketika aku sudah mulai suka makan permen aku selalu merengek untuk minta permen setiap kamu pulang kerja. Hampir setiap hari kamu menurutiku untuk memakan permen, hingga suatu ketika aku menangis sejadi-jadinya karena aku merasakan gigiku sakit. Kamu hanya bilang sama aku "Itu akibatnya kalau adek suka makan permen. Ini ayah punya permen lagi, adek mau makan ini ?" Aku menggelengkan kepala dengan cepat tanda tidak setuju.
Saat itu aku sudah tidak suka lagi makan permen karena aku tau permen membuatku sakit gigi.
Aku suka menghabiskan waktuku bersamamu dulu, aku suka ketika kamu mengajarkanku naik sepeda aku suka ketika kamu memberitahu aku cara bagaimana memperbaiki sepedaku sendiri Aku suka itu.
Aku sudah mulai masuk SMP, kamu sudah mulai mengekang aku aku sudah mulai merasa kamu berubah tidak asik lagi.

Duniaku kamu larang, kamu tidak lagi mengijinkan aku untuk menjadi bebas seperti dulu lagi.
Kamu melarangku keluar bersama teman-teman setelah pulang sekolah, kamu melarangku membawa sepeda sendiri,kamu melarangku berteman terlalu dekat dengan banyak laki-laki, kamu melarangku ini itu...
Ketika aku SMA, kamu semakin membuatku marah... Kamu melarang aku semakin banyak banyak dan banyak lagi...
Ketika aku sudah lulus SMA kamu mulai memberikan aku kebebasan untuk memilih..
kamu biarkan aku memilih apa jalanku, hobbyku, dan apapun demi masa depanku..
meski tidak kamu ungkapkan, aku tau kamu mencoba untuk memberiku keprcayaan penuh atas jalanku..
meski tidak pernah kamu utarakan,
aku tau kamu melarangku ini itu kamu menjagku dan kamu mulai cerwet denganku itu karna kamu terlalu sayang denganku.
Kamu tidak ingin aku terluka sama sekali, kamu tidak ingin aku hancur, kamu masih tetap sayang sama aku seperti masa kecilku...
AKU TAU ITU :)
hanya saja kamu tidak ingin mengatakannya,
aku tau kamu mulai takut kehilangan aku
kamu mulai takut kehilangan kebersamaan kita
tapi kamu mulai takut salah ketika melarangku, kamu takut aku merasa gagal ketika kamu membatasi duniaku..
aku tau, kamu sekarang ada di ke bimbangan
kamu takut aku melupakanmu karena kesibukanku mengejar masa depanku, kamu takut aku terlalu asyik dengan kehidupanku dengan teman-temanku dengan pacarku kamu takut perhatianku teralih, kamu takut aku tidak lagi bisa bermain lagi denganmu karena aku terlalu asyik bermain dengan masa mudaku
tapi jika kamu melarangku
kamu takut aku menjadi tidak berkembang...
ayah....
aku memang belum menjadi orang tua, dan mungkin aku juga tidak akan pernah tau rasanya menjadi seorang ayah..
tapi aku paham akan ketakutan-ketakutanmu
aku paham keraguanmu
meski kita tidak lagi bisa berbicara dari hati ke hati seperti ini aku tau perasaanmu itu
Terimakasih ayah untuk masa kecil yang kamu berikan kepadaku, terimakasih untuk pelajaran-pelajarn yang kamu tunjukkan, terimakasih untuk kesempatan-kesempatan yang kamu hidangkan, dan terimakasih untuk kepercayaanmu kepadaku untuk memilih hidupku.
Aku menyayangimu, sejak aku mulai mengenalmu.
aku mencintaimu, sejak kamu mengajarkan aku arti cinta..
jangan pernah ragu, aku memegang kepercayaanmu..
aku ingin membuatmu bangga terhadapku
aku ingin membuatmu tersenyum girang melihat aku sukses :)
tunggu aku ayah aku pasti akan buktikan itu :)
SELAMAT HARI AYAH NASIONAL 12 NOVEMBER 2015




Komentar
Posting Komentar