Kanker
APA ITU KANKER?
Kanker dapat menimpa semua orang, pada setiap bagian tubuh, dan pada semua gologan umur.
Kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama dunia dan terhitung sekitar 7,6 juta (13%) angka kematian di tahun 2008.
Lebih dari 70% dari seluruh kematian akibat kanker pada tahun 2008
terjadi di negara berpendapatan rendah hingga menengah. Kematian akibat
kanker terus meningkat, dengan perkiraan sekitar 13,1 juta jiwa sekarat pada tahun 2030.
Ngeri kan bayanginnya?? Tenang, nggak semua orang mati itu karena Kanker dan gak semua orang pengidap Kanker bisa mati kok.
Kanker Juga bisa disembuhkan kok
Percaya ??
Harus :)
Yuk, Kita pelajari
Kanker terjadi saat sel-sel dalam tubuh membelah diri diluar kendali.
Sel-sel abnormal ini kemudian menyerang jaringan terdekat, atau
berpindah ke daerah yang jauh dengan cara masuk ke dalam pembuluh darah
atau sistem limpatik.
Agar tubuh manusia berfungsi secara normal, setiap organ tubuh harus
memiliki sejumlah sel tertentu. Sel-sel ini dalam sebagian besar organ,
memiliki usia yang pendek, dan untuk menjaga fungsi tubuh, sel-sel ini
harus digantikan melalui proses pembelahan sel.
Pembelahan sel dikendalikan oleh gen yang terletak pada inti sel. Mereka berfungsi seperti buku instruksi yang memerintahkan sel, protein apa yang harus dibuat, bagaimana cara sel membelah dan berapa lama usia mereka. Kode genetik ini bisa rusak akibat beberapa faktor yang kemudian menimbulkan cacat dalam buku instruksi tersebut. Cacat ini dapat secara dramatis mengubah fungsi sel. Bukannya berhenti, namun bisa saja sel terus menerus membelah diri, bukannya mati, sel tersebut bisa saja terus bertahan hidup.
Beberapa mekanisme bekerja untuk mencegah kerusakan genetik ini terjadi dan untuk menyingkirkan sel abnormal secara genetis dari dalam tubuh. Namun pada beberapa orang, pertahanan tubuh ini kurang dan populasi sel abnormal bisa saja lolos dari kendali tubuh. Inilah sel-sel kanker yang kemudian berkerumun dan menghancurkan jaringan tubuh yang sehat/normal.
Sel-sel kanker membutuhkan nutrisi untuk bertahan dan bertumbuh. Banyak tipe kanker dapat menstimulasi pertumbuhan pembuluh darah untuk menyediakan bahan makanan yang mereka butuhkan. Bahkan kata kanker itu sendiri berasal dari bahasa latin Cancri yang berarti kepiting. Hal ini dikarenakan bentuk pembuluh darah yang besar yang mengelilingi tumor dianggap berbentuk seperti capit serta kaki-kaki kepiting bagi orang-orang jaman dahulu.
Kanker sering dikenal oleh masyarakat sebagai tumor, padahal tidak semua tumor adalah kanker. Tumor adalah segala benjolan tidak normal atau abnormal. Tumor dibagi dalam 2 golongan, yaitu tumor jinak dan tumor ganas. Kanker adalah istilah umum untuk semua jenis tumor ganas.
Deteksi dini kanker dapat dilakukan dengan pemeriksaan skrining. Menurut Cancer Council Australia, prinsip pemeriksaan skrining untuk kanker adalah:
- Dilakukan walaupun tanpa keluhan atau gejala karena apabila terdeteksi dini maka terapi akan lebih efektif.
- Bertujuan
untuk mengidentifikasi orang-orang mana yang dicurigai, yang
membutuhkan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan ada atau tidaknya
penyakit. Jadi tes skrining bukanlah untuk mendiagnosa, diperlukan
pemeriksaan lanjutan untuk mendiagnosa.
- Pemeriksaan
skrining bertujuan untuk menemukan kelainan sedini mungkin,
misalnya untuk kanker serviks dengan papsmear dapat mendeteksi
tahap pra-kanker, sedangkan untuk kanker payudara dengan mamografi
dapat mendeteksi tahap kanker invasif secara dini.
Pemeriksaan
skrining harus mempunyai akurasi yang cukup untuk mendeteksi penyakit
pada tahap yang dini. Akurasi diukur dari sensitivitas dan spesifisitas.
‘Sensitivitas’
menggambarkan kemampuan suatu tes untuk mengidentifikasi seseorang
menderita penyakit secara tepat misalnya proporsi orang yang menderita
penyakit yang hasil tes skriningnya positif. Tes dengan sensitivitas
rendah akan kehilangan kasus ini (orang yang berpenyakit) dan akan
menghasilkan angka negatif palsu yang tinggi (orang yang berpenyakit
dikatakan bebas penyakit).
‘Spesifisitas’
menggambarkan kemampuan suatu tes mengidentifikasi orang yang tidak
berpenyakit secara tepat. Tes dengan spesifisitas yang rendah akan
menghasilkan angka positif palsu yang tinggi (orang sehat dikatakan tes
positif).
Konsep tes skrining adalah seperti medical check up, yaitu dilakukan secara rutin, berkala, tanpa tunggu ada keluhan.
Beberapa perusahaan memberikan fasilitas medical check up bagi para karyawannya. Paket medical check up
standard yang diberikan biasanya meliputi pemeriksaan fisik (termasuk
pemeriksaan tekanan darah, berat dan tinggi badan, visus), pemeriksaan
laboratorium darah lengkap, urin lengkap, x-ray dada.
Berikut adalah 8 dari 16 jenis kanker (bagian 1) beserta cara pendeteksian secara dini seperti dikutip dari ivillage, Jumat (25/5/2012) antara lain:
1. Kanker Payudara
Menurut American Cancer Society, ada sekitar 226.870 kasus kanker payudara yang terjadi tahun ini dan sekitar 2190 kasus terjadi pada pria. Kanker payudara adalah jenis kanker yang paling banyak terjadi pada wanita setelah kanker kulit.
Wanita pada usia 40 tahun atau lebih tua harus melakukan pemeriksaan mammogram setiap tahunnya untuk mendeteksi kanker secara dini. Wanita yang masih muda harus melakukan pemeriksaan sendiri atau memeriksakan kondisi payudaranya ke dokter setiap tiga tahun sekali.

Jika Anda memiliki risiko kanker payudara yang diturunkan dari orangtua atau keluarga Anda, periksakan ke dokter untuk mendapatkan prosedur pemeriksaan MRI.
Gejalanya adalah muncul benjolan yang semakin membesar pada payudara dan perubahan ukuran, bentuk dan warna pada payudara dan puting.
2. Kanker Serviks
Kanker ini terjadi pada serviks yang menghubungkan uterus dengan vagina. American Cancer Society menyatakan ada sekitar 12.170 wanita yang menderita kanker serviks tahun ini. Kanker serviks biasanya terjadi pada wanita di bawah usia 50 tahun.

Untuk mendeteksi penyakit ini secara dini, lakukan tes pap mulai pada usia 21 tahun dan selanjutnya tiap 3 tahun sekali jika hasilnya normal. Pada usia 30 tahun, tes pap harus dikombinasikan dengan tes HPV setiap 5 tahun sekali sampai usia 65 tahun.
Gejalanya adalah pendarahan abnormal pada vagina, seperti pendarahan setelah berhubungan seks, setelah menopause, timbulnya bercak darah ketika menstruasi, nyeri ketika berhubungan seks dan gejala lainnya.
3. Kanker Rahim
Sebanyak 47.130 kasus kanker rahim terjadi tahun ini, menurut American College of Obstetricians and Gynecologists. Sekitar 9 dari 10 orang yang menderita kanker rahim menunjukkan gejala pendarahan pada vagina, nyeri panggul, nyeri saat berhubungan seks dan kehilangan berat badan secara drastis.
Tidak ada tes screening yang spesifik untuk mendeteksi kanker rahim secara dini pada wanita yang belum menunjukkan gejala tertentu.
Tapi wanita yang memiliki risiko tinggi terhadap kanker rahim, yaitu wanita yang tidak pernah melahirkan, obesitas, diabetes atau tekanan darah tinggi, harus segera memeriksakan kondisinya ke dokter jika mengalami pendarahan vagina.
4. Kanker Ovarium

Kasus kanker ovarium tahun ini terjadi pada sekitar 22.280 wanita. Kebanyakan terjadi pada wanita pasca menopause. Tidak ada tes screening khusus untuk kanker ovarium, tetapi jika Anda merasa ada yang salah pada kondisi ovarium Anda, dokter akan melakukan uji panggul dan tes tambahan lainnya seperti ultrasound.
Gejalanya adalah perut kembung, nyeri pada panggul, kehilangan nafsu makan, terlalu sering buang air kecil, mudah lelah, nyeri ketika berhubungan seksual dan nyeri punggung.
Jika Anda mengalami kondisi tersebut, segera periksakan ke dokter, khususnya jika Anda telah berumur 55 tahun atau lebih, pasca menopause, tidak pernah melahirkan dan memiliki keluarga yang punya riwayat kanker.
5. Melanoma (Kanker Kulit)
Sekitar 76.250 kasus melanoma terjadi pada tahun ini. Melanoma adalah kanker kulit yang berasal dari sel-sel penghasil pigmen (melanosit). Jeni kanker ini biasanya terjadi pada orang di bawah usia 30 tahun.
Anda dapat melakukan proses screening sendiri untuk mencegah melanoma dengan mengamati tanda-tanda munculnya bintik-bintik pada kulit Anda. Atau jika kulit Anda terlalu sensitif, kunjungi dokter kulit untuk mengetahui lebih lanjut apakah Anda berisiko terhadap melanoma.

Gejala yang mungkin pada penderita melanoma adalah munculnya bintik atau tahi lalat yang berubah bentuk, warna dan ukuran. Terkadang di sekitar bintik dan tahi lalat akan terasa gatal, nyeri bahkan terjadi pendarahan.
6. Kanker Prostat

Sekitar 241.740 kasus kanker prostat terjadi tahun ini. 2 dari 3 orang yang menderita kanker prostat adalah pria yang berumur lebih tua dari 65 tahun.
Belum ada tes screening yang direkomendasikan untuk mendeteksi kanker prostat secara dini. Anda harus menjalani pemeriksaan tes darah prostate-specific antigen (PSA) dan digital rectal exam (DRE) jika telah menginjak usia 50 tahun atau lebih.
Gejala kanker prostat antara lain bermasalah dalam ereksi, urin yang mengandung darah, nyeri pada pinggang dan melemahnya kaki.
7. Kanker Testis
Sebanyak 8.590 kasus kanker testis terjadi tahun ini berdasarkan data dari National Cancer Institute. Penderitanya paling banyak adalah pria pada usia 20 sampai 35 tahun.

Anda harus segera memeriksakan kondisi testis Anda ke dokter jika Anda menemukan sesuatu yang aneh pada testis. Gejala yang mungkin adalah pembengkakan testis dan rasa berat pada skrotum.
8. Leukemia (Kanker Darah)
Kasus leukemia tahun ini telah terjadi pada 47.150 orang, berdasarkan data National cancer Institute. Leukimia adalah jenis kanker yang mempengaruhi sumsum tulang dan jaringan getah bening. Semua kanker bermula di sel, yang membuat darah dan jaringan lainnya.
Tidak ada tes screening yang dapat dilakukan untuk mendeteksi leukimia secara dini. Gejala yang mungkin terjadi pada penderita leukimia adalah bengkaknya kelenjar getah bening di sekitar leher atau ketiak tanpa disertai rasa sakit, demam, mudah terinfeksi, mudah lelah, mudah berdarah ketika luka dan kehilangan berat badan.
INTINYA.....
Semua orang memiliki sel kanker dalam tubuhnya. Sel itu tidak terdeteksi dalam standar test bukan karena tidak ada tapi karena ukurannya yang di bawah minimum.
2. Sel kanker berada di dalam tubuh manusia antara 6 s/d 10 kali sepanjang hidup seseorang.
3. Bila seseorang memiliki kekebalan tinggi maka sel kanker akan dihancurkan dan dicegah untuk berkembang.
4. Bila seseorang mengalami kemunduran nutrisi, bisa karena genetik, lingkungan hidup, cara makan dan cara hidup, maka sel kanker akan multiple/berkembang biak.
5. Karena itu merubah cara diet dan meminum vitamin dan minuman nutrisi akan meningkatkan kekebalan tubuh.
6. Chemotherapy, meningkatkan pengembangbiakan sel kanker, membunuh sel sehat, merusak hati, organ tubuh lainnya seperti hati dan paru².
7. Radiasi kurangi ukuran sel kanker tapi radiasi jangka panjang tidak menghancurkan tumor lebih baik. Bahkan membuat sel kanker mmbentuk kekebalan/ resistant dan sulit dihancurkan. Operasi terkadang membuat sel kanker menyebar kebagian tubuh yang lain.
Bagaimana cara memerangi sel kanker yang sebaiknya?
A. Gula adalah makanan sel kanker, mengurangi makan gula adalah salah satu cara terpenting untuk tidak beri makan sel kanker. Tapi gula buatan seperti Nutra sweet, equal dll yang terbuat dari aspartam itu beracun/ harmful. Jadi gula tebu dan madu adalah yang terbaik.
B. Susu membuat tubuh memproduksi jamur/ mucus, terutama di gastro intestinal tract. Kanker memakan jamur/ mucus. Jadi kurangilah minum susu dan ganti dengan soy milk yang tidak manis.
C. Sel kanker senang pada kondisi acid/ asam jadi makan daging tidak baik untuk seseorang dengan sel kanker, sebaiknya makan ikan atau sedikit daging ayam.
D. Makan buah²an sangat baik untuk bantu tubuh membuat suasana basa dan meningkatkan sel sehat.
E. Mengurangi minum kopi, teh dan coklat. Green tea adalah alternative yang baik, air adalah yang terbaik. Hindari minum soda atau distilled water karena mengandung asam.
.
Semoga Bermanfaat :)
Diambil dari berbagai sumber :)





Komentar
Posting Komentar